Lebih Jauh dari Sekadar Larangan Bercadar

Jika kita menolak larangan cadar di sebuah institusi pendidikan, kenapa kita diam saja ketika setelah sekian lama ada institusi pendidikan yang mewajibkan jilbab sebagai atribut perkuliahannya? Ya, mewajibkan berjilbab sama dengan adanya larangan tak berjilbab. Padahal keduanya kan sama-sama melanggar hak dan kebebasan individu. Kenapa baru saat cadar yang dilarang kita seketika riuh

Megawati Terima Gelar Doktor Honoris Causa IPDN, Pengukuhan Peran dan Hak Politik Perempuan

Gelar Doktor Honoris Causa (DR HC) dalam dunia akademik memiliki nilai prestise, sebuah kebanggaan terhadap karya anak bangsa dan sumbangsihnya terhadap tatanan peradaban. Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, Maret 2018, Megawati Soekarnoputri menerima gelar Honoris Causa dari Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN).

Karl Marx dan Perjuangan Emansipasi Perempuan

Beberapa pendapat menilai Marx hanya bicara tentang sistem ekonomi dan pergolakan antar kelas dalam pengertian yang sempit. Implikasi yang kemudian muncul adalah bahwa Marx dengan teori-teorinya itu sangatlah maskulin, dan tidak ada tempat untuk femininitas. Pada kenyataannya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Bahkan alih-alih anti feminisme, beberapa gagasan Marx tentang perempuan sebagai individu dan peran perempuan dalam keluarga menjadi landasan bagi teori-teori feminisme yang berkembang setelah ideologi Marxisme.

Stigma dan Persekusi Pelakor

Istilah “pelakor” adalah istilah remeh yang secara tidak langsung mendiskriminasi perempuan dengan perempuan itu sendiri sebagai alatnya. Perempuan lain ramai-ramai menyerang pelakor, padahal pelakor juga perempuan. Dalam hal ini mengapa masyarakat kita hobi merundung (bully) perempuan dibanding laki-lakinya? Kemudian, perlukah istilah untuk laki-laki seperti halnya pelakor?

Indoktrinasi Hijab dan Politik Tubuh Perempuan

Dalam doktrin agama, banyak konsep patriarkat yang menjadikan seluruh anatomi tubuh perempuan adalah simbol seks. Dan hal itu justru diamini sebagai sebuah kebenaran. Mau tidak mau, kehidupan perempuan ibarat berada dalam selasar yang dihimpit dinding-dinding seksualitas. Namun yang menentukan rambu-rambu seksualitas itu justru para pria, dan konsep hijab adalah salah satu kuasa patriarkat untuk mengontrol tubuh perempuan.

Mengapa Feminis, Bukan Equalis? Agar Feminisme Tidak Menjadi Tabu

Ada pertanyaan yang kerap ditujukan kepada feminis. Mengapa menyebut diri Anda feminis (feminist), bukan equalis (equalist)? Lagi pula, jika feminisme berlaku untuk semua orang, mengapa ada suku kata fem? Jika itu untuk kesetaraan, mengapa hal itu menyinggung satu gender tertentu dan tidak kepada yang lain?