7
Feb

‘Nilai-nilai keluarga’ boleh jadi terdengar sebagai frasa usang yang kerap diulang-ulang. Namun Melinda Cooper dalam ceramahnya di sebuah lokakarya seputar bukunya Family Values, between Neo-Liberalism and Social Conservative, menjelaskan bagaimana nilai-nilai keluarga (yang normatif) akhirnya menjadi sentral dalam ekonomi neo-liberal yang anti-normatif. Tulisan ini mengeksplorasi lebih lanjut kaitannya antara nilai-nilai keluarga neo-liberal dan kriminalisasi lgbt.

19
Jan

Presiden Soeharto menandatangani kesepakatan dengan Freeport, dan salah satu prioritas utama di masa awal berdirinya rezim Orde Baru adalah untuk mendapatkan pengakuan dan dukungan politik internasional. Pada tahun 1967, Freeport menjadi perusahaan asing pertama yang menandatangani kontrak dengan rezim Orde Baru. Tak lama setelah penandatanganan kontrak, konflik antara perusahaan dan masyarakat asli Papua berkobar. Amungme, Komoro, Moni, dan Nduga adalah suku adat Papua yang telah menderita akibat penjajahan modern.

18
Jan

Semua bangsa memiliki mitos asal-usul untuk menjelaskan dari mana mereka berasal. Mitos-mitos tersebut memang menyenangkan, dan kita semua suka mengulang-ulang kisahnya. Proses pengulangan yang dalam studi sosial-budaya disebut meme (dibaca ‘mim’), dari kata ‘mimesis’ atau imitate. Begitu juga mitos yang mengandaikan tentang keberadaan tokoh yang sudah ada sebelum semesta itu ada. Seperti halnya, Bumba, Brahma, Odin, Pan Gu, Zeus, Osiris, Abassie (di Nigeria), Unkulukulu (pada bangsa Zulu), petapa tua di langit (atau Salish di Kanada), dan juga YAHWEH, Elohim, Allah.

11
Jan

Sila pertama Pancasila “Ketuhanan yang Maha Esa” gembar-gembornya sudah berhasil menjaga keberagaman budaya dan kepercayaan di Indonesia. Benarkah demikian? Indonesia hanya mengakui enam agama. Keenam agama tersebut bisa dianggap “agama impor” Islam, Kristen, Katholik, Buddha, Hindu, dan Konghucu (Konfusius). Lantas, tepatkah Indonesia disebut sebagai negara “pluralis”?

24
Des

Orang-orang mengeluh soal utang negara, dan bagaimana melunasi utang Indonesia yang kian membengkak. Tampaknya orang-orang belum memahami di dunia macam apa mereka hidup saat ini. Membicarakan soal utang tentu tidak lepas dari perbincangan soal ekonomi. Tentu penjelasan ini adalah ekonomi dalam pendekatan ideal. Asumsinya dalam klausa ceteris paribus: tidak ada politik, geopolitik, perang, konflik, dsb. Artinya, semua manusia adalah homo economic, well informed, psikologinya sama, dan homogen. 

30
Sep

Ingatan kolektif tentang G30S hanyalah mengenai pembunuhan tujuh perwira yang lebih diingat daripada pembunuhan keji berjuta manusia yang dituduh komunis. Genosida komunis dianggap layak dan wajar karena ingatan dialihkan kepada rasa nasionalisme dalam menjunjung pahlawan yang berkorban demi negara. Justifikasi demikian menyangkal tindakan pembunuhan – karena yang dikorbankan adalah manusia yang berlawanan dengan moral.

31
Jul

Pada tahun 1945, jumlah penduduk Indonesia sekitar 40-60 juta orang. Kemudian pada sensus pertama tahun 1971 beranjak menjadi 119 juta orang. Sekarang sudah mau 72 tahun Indonesia merdeka hampir 260 juta menurut badan statistik pemerintah. Jadi, 72 tahun orang Indonesia beranak pinak seperti kelinci. Namun masih saja penduduk negeri ini tidak sadar dengan kepadatan penduduk? Masih berpikir banyak anak banyak rezeki?

4
Jul

Krisis eksistensi “bangsa Indonesia” bukan kejutan untuk orang Indonesia. Sejak zaman kemerdekaan hingga saat ini, dari Aceh hingga Papua Barat, persoalan sudah dirasakan dan tidak pernah ada penuntasan. Untuk “mengikat persatuan”, atau paling tidak membuat seolah-olah persatuan dalam bentuk NKRI tidak tampak sebagai persoalan, mantra “pancasila” dibunyikan berkali-kali sambil melulu menyelenggarakan kekuatan fisik tatkala diperlukan.

9
Jun

Politik identitas yang belakangan mengemuka di permukaan wacana publik Indonesia adalah gambaran persoalan besar yang sebetulnya bukan baru-baru saja, melainkan sejak para konseptor dan founding father negara ini berusaha merumuskan negara baru yang seolah-olah tak punya perihal lain kecuali bekas koloni Belanda.

4
Jun

Albert Einstein adalah seorang fisikawan dunia. Esai mengenai sosialisme ini ditulis olehnya di tahun 1949. Awalnya berasal dari tulisan kecil di sebuah majalah sosialis Monthly Review, New York. Berseberangan dengan kebiasannya menulis tentang sains, di sini ia melakukan pembacaan terhadap isu-isu ekonomi dan sosial.