Megawati Terima Gelar Doktor Honoris Causa IPDN, Pengukuhan Peran dan Hak Politik Perempuan

Gelar Doktor Honoris Causa (DR HC) dalam dunia akademik memiliki nilai prestise, sebuah kebanggaan terhadap karya anak bangsa dan sumbangsihnya terhadap tatanan peradaban. Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, Maret 2018, Megawati Soekarnoputri menerima gelar Honoris Causa dari Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN).

Ormas Intoleran dan Tafsir Otoriter dalam Beragama

Kita tidak bisa menutup mata dan telinga kita bahwa saat ini masyarakat mulai resah terhadap ormas-ormas intoleran yang melakukan aksi-aksi kekerasan atas nama agama. Mereka telah mencederai nilai-nilai toleransi di negeri ini. Mustahil jika mereka merepresentasikan nilai-nilai kedamaian dalam agama. Justru sikap mereka disebabkan oleh penasiran otoriter dalam beragama.

Membaca Sejarah Berdirinya PDIP, Menepis Fitnah PKI

Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri, mengungkapkan kekesalannya lantaran partainya disamakan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Dalam surat edaran bernomor 2588/IN/DPP/II/2017 berisi bantahan terhadap pihak-pihak yang mengaitkan PDIP dengan paham Komunisme. Isu PKI kerap diembuskan untuk menyerang partai banteng tersebut. Karena itu, ada baiknya untuk menelusuri kembali sejarah berdirinya PDIP.

Parpol Miskin Gagasan Gemar Main Politik Identitas

Sebagai bangsa yang majemuk, bangkitnya wacana politik identitas memang pantas membuat kita khawatir. Penggunaan isu-isu SARA; Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan bergulir deras. Harapan menggeloranya demokrasi substantif seolah tinggal mimpi, justru yang tampak adalah semakin mengaburnya demokrasi, dan bangkitnya model politik identitas yang sengaja digulirkan oleh kelompok-kelompok tertentu.

Pernyataan Lengkap Komisi Tingkat Tinggi Hak Asasi Manusia PBB

Pernyataan KTTHAM PBB dalam misi kunjungannya ke Indonesia menyoroti pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di Indonesia, yang merupakan langkah mundur pada era demokrasi dan keterbukaan seperti saat ini. Demikian pula dengan pembahasan RKUHP yang menurutnya sangat rentang mendiskriminasi kelompok minoritas, seperti LGBTQ yang semakin terancam dan distigma oleh pelbagai kalangan.

Generasi yang Melestarikan Kekerasan Massal

Ingatan kolektif tentang G30S hanyalah mengenai pembunuhan tujuh perwira yang lebih diingat daripada pembunuhan keji berjuta manusia yang dituduh komunis. Genosida komunis dianggap layak dan wajar karena ingatan dialihkan kepada rasa nasionalisme dalam menjunjung pahlawan yang berkorban demi negara. Justifikasi demikian menyangkal tindakan pembunuhan – karena yang dikorbankan adalah manusia yang berlawanan dengan moral.